Kecamatan Terentang salah satu kecamatan yang ada di kabupaten termuda di Propinsi Kalimantan Barat. Kubu Rata, itulah kabupaten baru tersebut. Dimana di Terentang yang termasuk salah satu kecamatan yang memiliki penduduk Hetrogen ini ternyata banyak menyimpan aset budaya yang belum digali dan di potensikan. Setelah Penulis berjalan dari Desa kedesa di Kecamatan ini ternyata disetiap desa di Kecamatan Terentang sangatlah banyak Budaya kesenian daerah yang memiliki ciri khas penduduk itu sendiri. Tek menutup kemungkinan, disaat Bapak Bupati Kubu Raya berkunjung di Desa Dungun Kecamatan Terentang, ternyata disini ada penari JONGAN. Uniknya penari jongan ini pelakunya sudah dikolaborasikan, artinya bukan etnis Dayak saja yang melakukannya, melainkan ada suku Jawa dan Madura. Ini lah budaya yang tidak mengelompokan kita tentang perbedaan, baik dibidang agama maupun dibidang suku, disini sudah membaur.

Ini Salah satu kelompok Penari JONGAN yang saat ini sedang di remajakan kembali atau di kaderisasikan. Ingat Budaya kita jangan sampai pupus dan hilang dengan lantaran tidak digenerasikan. Orang tua yang mewarisi ini merupakan ciri khas bangsa kita bangsa Indonesia yang memiliki semboyan BHINEKA TUNGGAL IKA. Siapa lagi kalau bukan kita..........
Nah, kalau ini juga meruakan aset kita juga, ini Tarian dari Pulau Jawa "KUDA LUMPING". jangan dikira Kecamatan Terentang yang konon kabarnya merupakan Kecamatan terisolir tidak memiliki ini. Masyarakat Transmigrasi yang datang kemari juga mampu membawa budaya mereka menjadi tumbuh dan kembang di wilayah Kec. Terentang. Tak sedikit antosias warga yang menyaksikan pagelaran ini, kesenian ini sering ditampilkan dalam hiburan rakyat khususnya pada perayaan HUT RI.
Lain yang satu ini, dikatakan dari awal tadi, bahwa di terentang masyarakatnya hetrogen. Suku Melayu dan bugis terkenal dengan HADRAH-nya. Kesenian ini sering di tampilkan dalam momen-momen penting, seperti :
1. Menyambut Tamu Agung, Seperti Kunjungan Bupati Pada Tempu dulu di Desa Teluk Bayur.
2. Perayaan Pengantin atau Khataman Qur'an ;
3. Acara Gunting Rambut atau Berzanji ;
Kesenian ini dimainkan dengan 2 Group, dimana dalam satu group ada 3 orang, irama yang disampaikan memiliki ciri khas sendiri, seperti pada poin 1 sampai 3 diatas. Dan syairnya pun disesuikan dengan kondisi saat pemanggungan. Budaya ini sekarang juga di kembangkan dengan meregenerasikan anak-anak usia 8-15 tahun. Mau Coba datang aja Ke Desa Teluk Bayur.
Nah....... ini bukan kesenian, melainkan budaya adat melayu yang saat ini masih membudaya. Ini merupakan salah satu proses dalam acara pernikahan. Setelah Penganting di temukan dan menikah selanjutnya dilakukanlah acara Tepung Tawar atau pemberkatan. Pemberkatan atau Tempung Tawar ini di lakukan sebanyak 7 Orang diambil dari sesepuh di kedua mempelai, baik laki-laki maupun perempuan. Tentu didalam Tepung tawar ini ada mantranya. Tujuan ini dilakukan agar kedua mempelai selamat dan di jauhkan dari balak selama menempuh hidup barunya. Serta mendoakan agar mendapatkan keturunan yang baik.