VISITORS

free counters

Rabu, 06 April 2011

SEJARAH DESA TELUK BAYUR, TERENTANG, KUBU RAYA

Disini penulis hanya memaparkan sekilas tentang sejarah Desa Teluk Bayur, dimana notabene si penulis merupakan generasi ke-2 dari Bapak Almarhum REMIS ZENI, yang saat ini menjadi putra daerah diwilayah kerjanya sebagai Sekdes di Desa Teluk Bayur itu sendiri.

Bermula sebuah cerita, skelompok warga Desa Tebang Kacang Kec. Sungai Raya sering sekali hilir mudik ke daerah hulu sungai kapuas, tujuan orang tersebut adalah memenuhi niat profesinya sebagai seorang pengintai hewan hutan yakni Rusa.
Dimana di pimpin oleh serang Pemuda bernama REMIS ZENI. Beliu adalah keluarga yang turun temurun suka berburu rusa. Dulunya mereka ke Desa Teluk Bayur hanya menggunakan kendaraan sampan yang harus didayung dengan pengayuh.
Mungkin karena sering hilir mudik ke daerah ini sesekali Pak Remis Zeni ini mendirikan Bagan unutk menginap, dilihat oleh beliu tanah yang diinjaknya sangat memiliki potensi yang cukup memuaskan kalau di jadikan lahan pertanian dan perkebunnan. Dulu di tempat ini masih hutan belantara dan banyak di tumbuhi kayu hutan salah satunya kayu Bayur, Ramin, Jelutung, Kempas, Mempisang, Pasir-pasir dan masih banyak kayu-kayu lokal lainnya. Dari hasil pengamatan beliau, maka pada tahun berilutnya 1960 han beliau mencoba untuk menebang hutan dan menanam padi lokal disitu, awalnya hanya beberapa orang saja dari keluarga beliau diantaranya sahabat karib Bapak Remis adalah H. Ahmad Kancil yang sekarang tinggal di Sungai Durian namun beliupun sudah almarhum. Setelah usaha itu dicobanya ternyata hasilnya cukup memuaskan. Dengan kerja keras dan upaya tang pantang menyerah, maka di tahun berikutnya beliau memutuskan untuk membuat Pondok permanen di wilayah ini. Tanpa terasa sanak famili dan keluarga tersugesti terhadap usaha yang beliu tekuni. Saat itu Bapak Remis Zeni Memiliki anak 7 dari hasil perkawinan dengan seorang wanita bernama JAINUN yang meninggal pada tahun 1980. Ketujuh orang anak diantaranya :
1. M. YUNUS REMIS (Menjabat Kepala Desa Teluk Bayur dari tahun 1964 - 2008)
2. ARIFIN REMIS (Menjadi Tokoh Masyarakat Desa Teluk Bayur saat ini)
3. SITI HAWA (Ini adalah Mamanya si Penulis, sekarang sudah Almarhum)
4. ARPAN REMIS (Tokoh Mayarakat Desa Teluk Bayur)
5. ASNAH
6. JALEHA
7. MUHAMMAD SIRAN REMIS (Menjadi Paranolmal Kampung)

Disamping seorang Pemburu Rusa, Bapak Remis juga hobi Menelayan di Sungai Kapuas. Karena dirumahnya tersedia Jala, Pukat, Rawai, Tajur dan pancing ikan lainya. Dirumah tuanya masih terpampang Moncong ikan Hiu Parang yang seperti gergaji yang konon ceritanya berat ikat tersebut lebih 100 kilo gram.
Disisi lain sebagai seorang Pemburu, juga mengoleksi Tanduk Rusa yang cabangnya sampai enam.
Nah pada tahun 1962, hutan yang sudah mulai terbuka oleh ladang tadi, serta dengan didukung oleh banyaknya keluarga dan handai taulan yang mengikuti jejak beliau, maka Bapak Remis Zeni memutuskan untuk membuat sebuah parit dengan cara bergotong royong. Perlu para pembaca ketahui, sebelum di bukanya parit tersebut, ada sebuah ritual yang dilakukan adat melayu, di mana ada wangsit yang di dapat oleh beliu, kalau mau buka parit ini ada beberapa hal yang harus dipenuhi, sehingga para penuggu hutang tersebut tidak merasa terganggu dan nantinya tidak akan menganggu warga yang tinggal di wilayah itu. Saya pernah mendengan Nama yang di sebut penunggu di kampung itu, maksud saya secara kasat mata kita mungkin tidak kelihatan tapi memiliki andil yang cukup besar demi keselamatan kampung tersebut. "TOK DOGOL" itu nama penunggunya, dan penulispun pernah ketemu dengan wujud orang tersebut. Saya tak dapat expresikan bentuknya kayak apa, tapi bagi saya cukup menyeramkan sekali.
Berkat hasil gotong royong yang cukup ulet dan ditekuni dengan tangan trampil, maka jadilah parit pertama sepanjang 500 Meter kedaratan dari sungai kapuas.Sedangkan sisanya diserahkan kepada orang-orang yang ingin menambah lahan baru dan menjadi hak milik mereka sampai saat ini.
Seterlah Wajah hutan berubah menjadi sebuah pemukiman, akhirnya banyaklah tersebar isu, bahwa ada sebuah perkampungan yang hasil panennya cukup memuaskan, maka banyaklah orang dari Tanjung Pelam, Parit Punggur, Pait Pak Reweng berkunjung kesana. Dan setelah berselang beberapa tahun kemudian ramailah penduduk yang datang ke kawasan ini menjadi warga setempat.
Akhirnya pada tanggal, 5 Juni 1964 Resmilah Desa Teluk Bayur di depenitifkan menjadi Desa Swadaya satu-satunya di Kecamatan Terentang yang saat itu sebagai camat perantaraan dari Kecamatan Kubu. Mungkin saat itu camatnya masih dijabat oleh Bakweng. Pada saat itu lah setelah resmi di jadikan sebuah desa, anak pertama Bapak Remis Zeni diangkat menjadi Kepala Desa Pertama di Desa Teluk Bayur, sehingga beliau menjabat hampir sama dengan jabatan Pak Soeharto. Sekarang Kepala Desa Teluk Bayur yang ke dua digantikan oleh Bapak "EDY BUDIANTARA"
Dari tahun ketahun desa ini selalu mengalami peningkatan, baik Penduduknya, Perekonomiannya, serta infrastrukturnya terus berkembang walaupun tidak secepat seperti bayi yang langsung berlari. (Monografi Desa Terlampir).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar